Iklim
Workshop “Krisis Iklim dan Adaptasi Mitigasi”

Workshop “Krisis Iklim dan Adaptasi Mitigasi"

Krisis iklim yang diakibatkan oleh peningkatan aktivitas manusia, khususnya emisi CO2 telah menyadarkan kita bahwa tidak ada sudut dunia yang kebal terhadap konsekuensinya. Dampaknya beragam; mulai dari meningkatnya suhu yang memicu degradasi lingkungan, bencana alam, cuaca ekstrem, kerawanan pangan dan air, gangguan ekonomi, serta beragam konflik sosial.

Ada dua upaya yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi masalah krisis iklim, yaitu adaptasi dan mitigasi. Upaya adaptasi dan mitigasi bertujuan untuk mengurangi kerentanan sosial-ekonomi dan lingkungan; meningkatkan daya tahan masyarakat dan ekosistem; serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal ini merupakan bagian dari penjaminan hak atas kehidupan yang berkelanjutan sebagai bagian dari Hak Asasi Manusia. Pada tanggal 5-7 Agustus 2022, Climate Institute dengan dukungan Friedrich Naumann Foundation dan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia mengadakan workshop “Krisis Iklim dan Adaptasi Mitigasi” di Grand Keisha Hotel Yogyakarta.

Workshop ini bertujuan untuk menghasilkan generasi muda yang memiliki kepekaan dan kesadaran terhadap isu krisis iklim, serta memiliki pengetahuan dan kapasitas dalam menjadi agen pendorong adaptasi dan mitigasi bencana terkait krisis iklim. Workshop ini diikuti oleh 26 orang peserta yang antusias sepanjang tiga hari kegiatan.

Hari pertama dibuka dengan materi Climate 101 yang disampaikan oleh Hanna Syahidah dari Climate Institute, dilanjutkan dengan pengantar Keadilan Iklim dan Community Development oleh Firli Yogiteten Sunaryoko selaku Head of Research and Development Climate Institute. Di sela-sela materi, Putri Damayanti Potabuga selaku fasilitator memandu sejumlah aktivitas menarik yang menambah pengetahuan peserta soal isu keadilan iklim. Pada hari kedua, Eko Teguh Paripurno, dosen Magister Manajemen Bencana UPN “Veteran” Yogyakarta dan kepala Pusat Studi Manajemen Bencana UPN “Veteran” Yogyakarta memberikan materi dasar kebencanaan, dilanjutkan dengan materi seputar adaptasi dan mitigasi. Pada sesinya, Eko Teguh Paripurno memaparkan mengenai apa saja yang dapat kita lakukan dalam upaya mitigasi sesuai latar belakang masing-masing. Hari ketiga diisi dengan review kegiatan dan pengumuman kelompok terbaik. Putri Potabuga, selaku direktur Climate Institute menyampaikan bahwa workshop ini merupakan salah satu agenda penting dalam tema besar kegiatan Climate Institute tahun ini yaitu Keadilan Iklim.

 

Ditulis oleh Firli Yogiteten.