Demokrasi
Politik Tak Melulu tentang Pemilu

Rangkaian Pendidikan Kewarganegaraan "Politik Itu Indah", Legepe
Peserta Pendidikan Kewarganegaraan di Ungaran
Peserta Pendidikan Kewarganegaraan di Ungaran

Politik seringkali hanya dikaitkan dengan Pemilu semata. Di tengah berkembangnya proses demokrasi di Indonesia, partisipasi dalam politik juga seringkali dihubungkan dengan cara-cara yang tidak baik. Pada bulan Agustus hingga akhir September lalu, FNF Indonesia bersama dengan Lembaga Gerak Pemberdayaan (Legepe) melakukan serangkaian kegiatan Pendidikan Kewarganegaraan “Politik Itu Indah” di kota Semarang, Ungaran dan juga Kendal. Bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat Jawa Tengah mengenai demokrasi, kegiatan dihadiri oleh berbagai komunitas, seperti karang taruna dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).

Dalam kegiatan ini, peserta berdiskusi mengenai bagaimana politik dapat memajukan daerah mereka masing-masing. Di Semarang misalnya, sejumlah pemuda karang taruna menggagas komunitas baca untuk meningkatkan literasi di wilayah terkecilnya, yaitu RT. Sementara itu, tujuan politik untuk kemaslahatan bersama juga menjadi topik diskusi peserta FPRB di kota Ungaran. Dalam hal ini, identifikasi kerawanan bencana tidak hanya terkait dengan sebab-sebab alam, namun juga kerawanan sosial, seperti kemiskinan dan keamanan masyarakat.

Pemaparan Materi dengan Topik HAM
Pemaparan Materi dengan Topik HAM
Salah satu sesi World Cafe
Salah satu sesi World Cafe

Semakin terbukanya kesempatan untuk partisipasi politik ditunjukkan dalam sesi sharing oleh narasumber anggota legislatif terpilih maupun yang tak terpilih di kota Ungaran dan Kendal. Suyadi yang baru saja terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Ungaran mengurai ceritanya sebagai sosok orang biasa yang terjun ke politik dan perjuangannya di tengah politik uang yang kian marak. Sementara itu, Mika Prastama juga turut membagi pengalamannya sebagai calon anggota legislatif Kabupaten Kendal pada Pemilu tahun ini. Dengan berbagai tawaran yang menggiurkan akan politik uang, Mika memilih untuk tetap menempuh jalan yang jujur dalam Pemilu. Kendati pun tidak mujur terpilih sebagai anggota DPRD, pengalamannya ini semakin memperkaya dan menguatkan motivasinya untuk kembali maju dalam Pemilu mendatang.

Sesi Apresiasi Seni
Sesi Apresiasi Seni

Dalam kegiatan ini, para peserta juga diajak untuk membuat Rencana Tindak Lanjut (RTL) untuk daerahnya masing-masing. Partai politik memang merupakan kendaraan yang paling cepat dalam berpolitik. Namun dalam diskusi peserta, partisipasi yang tidak kalah penting adalah yang terkait dengan musyawarah untuk pembangunan daerah masing-masing. Dengan adanya kebijakan Dana Desa, tentu dibutuhkan partisipasi politik yang lebih terbuka dari masyarakat, khususnya melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang).

Sebagaimana hal-hal lain, politik juga layaknya dua mata pisau. Cara-cara yang baik dan untuk tujuan yang baik itulah yang menjadi hakikat bahwa “Politik Itu Indah”.

Peserta Pendidikan Kewarganegaraan di Kendal
Peserta Pendidikan Kewarganegaraan di Kendal
Peserta Pendidikan Kewarganegaraan di Ungaran
Peserta Pendidikan Kewarganegaraan di Ungaran