PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
Pendidikan Kewarganegaraan “Saatnya Pemuda Menentukan Peran Mereka”

Pendidikan Kewarganegaraan “Saatnya Pemuda Menentukan Peran Mereka”

FNF Indonesia dan Lembaga Gerakan Pemberdayaan (LEGEPE) menyelenggarakan Pendidikan Kewarganegaraan Tingkat Menengah “Peningkatan Kompetensi Pemuda” di Semarang pada tanggal 13-14 Agustus 2024. Kegiatan ini merupakan lanjutan dari Pendidikan Kewarganegaraan yang telah kami laksanakan pada 17-18 Juni 2022. Sebagai generasi penerus bangsa bangsa, pemuda memiliki peran penting dalam kehidupan suatu negara. Peran aktif pemuda inilah yang akan mempengaruhi kemajuan negara ke arah yang lebih baik.

FNF dan LEGEPE mengadakan pelatihan ini untuk mendorong anak muda dalam menumbuhkan rasa ingin tahu dan keinginan mereka untuk membuat perubahan positif di masyarakat. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang pernah mengikuti kegiatan Pendidikan Kewarganegaraan Tingkat Dasar, serta peserta umum yang sudah memiliki pengalaman berorganisasi.

Pada sesi perkenalan, para peserta berbagi pengalaman di organisasi masing-masing, dan tantangan apa yang mereka hadapi selama ini. Mereka juga memahami bahwa pemuda harus memiliki kesadaran dan kepedulian untuk membawa perubahan positif di masyarakat. Hal inilah yang memotivasi mereka untuk menghadiri acara ini.

Ripana Puntarasa

Dalam Pendidikan Kewarganegaraan Tingkat Dasar yang dilaksanakan pada 17-18 Juni 2022, peserta telah mempelajari pentingnya kompetensi sosial. Mereka memahami bahwa kompetensi sosial merupakan aspek penting untuk membuat perubahan positif dalam masyarakat. Dalam acara ini peserta ingin belajar bagaimana mengoptimalkan kompetensinya sebagai pemuda agar dapat berperan di masyarakat. Mereka ingin mengembangkan kreativitas mereka untuk membawa perubahan positif di masyarakat.

Ripana Puntarasa sebagai narasumber menjelaskan bahwa pemuda memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan arah kemajuan bangsa. Kondisi bangsa beberapa tahun ke depan juga akan ditentukan oleh peran pemuda saat ini. Oleh karena itu, harus ada peran proaktif dari pemuda untuk ikut serta mewujudkan perubahan positif di masyarakat. Selain memiliki kompetensi akademik, pemuda juga harus memiliki kompetensi sosial yang baik. Kedua hal ini akan menjadi landasan yang kokoh untuk menciptakan perubahan di masyarakat.

Menurut Ripana, untuk menjawab permasalahan yang ada di masyarakat, pemuda harus memiliki identitas. Ripana menjelaskan, sebenarnya banyak peluang kerjasama, bisa dengan swasta, bisa dengan pemerintah dan dengan akademisi. Peserta harus menentukan apa identitas pemuda dan peran apa yang dapat mereka ambil untuk membuat perubahan yang berharga di masyarakat.

Selain mengikuti sesi dari nara sumber, peserta juga melakukan diskusi kelompok untuk mendiskusikan peran apa yang dapat mereka ambil sebagai pemuda untuk membawa perubahan positif di masyarakat. Mereka juga membahas masalah dan tantangan yang menghambat partisipasi mereka sebagai anak muda di masyarakat. Di akhir pelatihan, peserta merancang rencana tindak lanjut/rencana aksi kegiatan yang akan dilakukan bersama.