Perubahan Iklim
The way forward: Sustainable Start-up

Webinar Sustainable Start-up in Creating Green Job as an Economic Disaster Management, Online, 29 April 2021
business model
© Photo by Slidebean on Unsplash

Press Release PRESIDENT UNIVERSITY and APIK INDONESIAN NETWORK

Perubahan dalam adaptasi dan mitigasi akibat pandemi Covid 19 sangatlah dibutuhkan agar kondisi baru yang lebih baik dan normal dapat terbangun. Pilihan ekonomi hijau dapat memberikan harapan dalam menghadapi keterpurukan ekonomi akibat pandemi Covid 19.  Ekonomi hijau adalah prinsip ekonomi yang menyelaraskan kegiatan ekonomi dengan sistem alam, sehingga sistem ekonomi akan selaras dengan sistem alam.

Pada webinar kali ini, Ketua Apik NetworkIndonesia, Dr. Mahawan Karuniasa menyampaikan pentingnya peran generasi muda dalam menciptakan green jobs, sehingga tercipta keberlanjutan ekonomi. Jonathan Davy dari Friedrich Naumann Foundation menyampaikan peran dan aktivitas FNF dalam menyampaikan isu-isu keberlanjutan di kalangan anak muda. Cut Feroza dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia juga menyambut baik webinar ini dan menyampaikan apresiasinya atas upaya melibatkan generasi muda dalam menciptakan lapangan kerja ramah lingkungan.

Ira Larasati dari UNITAR menyampaikan konsep ekonomi hijau yang inklusif, menurut definisi Ekonomi Hijau yang Inklusif (UN Environment) adalah ekonomi yang menghasilkan peningkatan kesejahteraan manusia dan keadilan sosial, sekaligus mengurangi risiko lingkungan dan kelangkaan ekologi secara signifikan. Setidaknya ada tiga tantangan global, memberantas kemiskinan, berbagi kemakmuran secara adil dan tetap berada dalam batas-batas planet.

Pembentukan start up yang berkelanjutan dilakukan dengan mengadopsi tiga pilar keberlanjutan, jelas Rendika Nugraha. Jenis green job yang bisa diciptakan sangat luas dan variatif, sehingga dalam memulai start up tim pelaksana perlu memperhatikan hal tersebut. Setidaknya sebuah start-up memiliki orang-orang yang dapat berfungsi sebagai hacker, hipster dan hustler.

Di sesi kedua Niken Adellia Agustin dan Juan Feron Ndruru berbagi pengalaman mereka dalam menjalankan start-up yang sejak awal sudah mempertimbangkan keberlanjutan. Niken menyampaikan bisnis penggunaan kembali pakaian bekas menjadi pakaian layak pakai dengan model yang menarik. Sementara itu, Juan menyampaikan platformnya yang memberikan layanan pembelajaran matematika terkait tanggung jawab manusia terhadap lingkungan. Pembicara terakhir pada sesi kedua ini adalah Putri D Potabuga yang membagikan pengalaman dan peluangnya menciptakan green jobs di berbagai bidang ilmu.