DE

Demokrasi
Politik dalam Segala Sisi Kehidupan

Rangkaian Pendidikan Kewarganegaraan "Politik Itu Indah", Maret 2018
Salah Satu Narasumber Kegiatan, Juli Nugroho
Salah Satu Narasumber Kegiatan, Juli Nugroho © FNF Indonesia, Legepe

Pentingnya memahami politik tidak hanya menjadi krusial di tengah tahun politik, namun juga dalam kehidupan sehari-hari. Politik tidak semata-mata mengenai bagaimana mendapatkan suara untuk memenangkan kandidat ataupun bagaimana cara-cara yang harus dilakukan untuk mencapai kekuasaan. Politik juga merupakan cara berinteraksi dan berpartisipasi dalam berbagai sisi kehidupan yang seharusnya digunakan untuk mencapai kepentingan masyarakat umum, bukan hanya satu atau dua golongan saja.

Di Indonesia, pendidikan politik mungkin mulai diperkenalkan pada masa sekolah melalui mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Politik dimaknai dalam konteks menjadi seorang warga negara, lengkap dengan kewajiban dan hak yang dimilikinya. Hal itulah yang ingin dilanjutkan dalam program Pendidikan Kewarganegaraan yang diselenggarakan oleh FNF Indonesia bekerjasama dengan Lembaga Gerak Pemberdayaan (LeGePe) di Jawa Tengah. Tercatat selama bulan Maret lalu, kegiatan yang bertajuk “Politik Itu Indah” telah diselenggarakan di 3 Kabupaten di Jawa Tengah, masing-masing berupa Pendidikan Kewarganegaraan Tingkat Menengah di Kebumen dan Pendidikan Kewarganegaraan Tingkat Dasar di Grobogan dan Cilacap.

Sunaryo, Ketua LeGePe memberikan paparan mengenai "Demokrasi, Politik dan Etika"
Sunaryo, Ketua LeGePe memberikan paparan mengenai "Demokrasi, Politik dan Etika" © FNF Indonesia, Legepe
Sesi Roleplay (Bermain Peran)
Sesi Roleplay (Bermain Peran) © FNF Indonesia, Legepe

Politik memang tidak melulu mengenai pemilu, namun pemilu juga merupakan elemen penting dalam demokrasi. Masyarakat bukan elemen tunggal dalam politik dan kehidupan demokrasi. Kehadiran partai politik dan organisasi lainnya seharusnya tidak disikapi dengan antipasti. Anggapan “politik itu kejam” atau “politik itu kotor” tentu tidak dapat ditelan mentah-mentah dengan melupakan konsep etika yang seharusnya diterapkan dalam politik. Hal inilah yang terus menjadi bahan diskusi dalam ketiga program Pendidikan Kewarganegaraan FNF Indonesia dan LeGePe.

Selain memahami kembali pemaknaan dasar politik, para peserta juga diajak untuk berdiskusi dan memetakan permasalahan serta potensi setiap daerah mereka. Politik tidak hanya mengkritisi, namun juga turut berpartisipasi. Hal ini tercermin pula dalam antusiasme peserta untuk tidak hanya memetakan, namun juga menyusun rencana tindak lanjut, baik di tingkat kecamatan maupun sub-kabupaten, yang akan mereka lakukan selepas pelatihan berlangsung.